BIRO JODOH DEWI
KAMARATIH
Penulis : Yuditha Hardini
Editor : Jumali Ariadinata
& Yuke Ratna. P
Proofreader : Tesara Rafiantika
Desain
sampul : Dwi Anissa Anindhika
Penata
letak : Landi A. Handwiko
Penyelaras
tata letak : Erina Puspitasari
Penerbit : GagasMedia
Tebal
buku : 237 halaman
Cetakan : tahun 2014
Seumur
hidupnya Raisa tidak pernah sedikit pun di dalam benaknya untuk mengikuti yang
namanya Biro Jodoh dan menurutnya mengikuti Biro Jodoh itu sesuatu yang sangat
memalukan. Tanpa angin tanpa hujan tiba-tiba Dina sahabatnya menyodorkan kartu
nama warna putih yang berisi tulisan “Biro Jodoh Dewi Kamaratih, Mencari Cinta
itu Mudah. Come to Us!”. Raisapun sangat tercengang melihatnya. Raisa tidak
menyangka bahwa Dina sahabatnya menyuruhnya untuk ikut Biro Jodoh yang sama
sekali tidak penting menurut Raisa.
seorang perempuan yang sudah berusia 28 tahun
tetapi ia belum mempunyai pasangan atau calon suami dan ia bernama Raisa.
Keluarga, saudara-saudaranya dan termasuk sahabat-sahabatnya menginginkan Raisa
cepat menikah dan mempunyai anak. Sahabatnya yang bernama Dina membujuk Raisa
untuk ikut Biro Jodoh Dewi Kamaratih dan Biro Jodoh tersebut adalah Biro Jodoh
nomor satu di Jakarta. Tapi, Raisa menolak dengan mentah-mentah tawaran Dina
namun Dina tidak putus asa untuk membujuk Raisa untuk ikut Biro Jodoh. Setelah
beberapa lama akhirnya Raisa terbujuk oleh rayuan Dina, dan Raisa mau
mendaftarkan dirinya untuk ikut Biro Jodoh tersebut.
Pada
keesokan harinya Raisa pergi ke tempat Biro Jodoh itu untuk membicarakan
tentang perjodohannya tersebut. Setelah beberapa menit Raisa menunggu datanglah
seorang perempuan muda, cantik, berperawakan tinggi, seksi dan berkulit hitam
manis. Ia adalah pemilik Biro Jodoh Dewi Kamaratih dan ia bernama Irene
Ambarwati biasa di panggil Ambar. Ambar menargetkan bahwa selama 3 bulan Raisa
akan di pekenalkan dengan pria-pria yang sudah Ambar seleksi sebelumnya dan ia
pun akan langsung mendapatkan jodohnya dengan waktu 3 bulan tersebut. Tapi pada
kenyataannya target Ambar meleset jauh dari perkiraannya sampai 2 tahun lamanya
Raisa pun belum mendapatkan seorang pria yang diinginkannya. Sudah banyak tipe
pria yang sudah Ambar perkenalkan kepada Raisa tapi tak ada satu pun pria yang
merasa cocok dengan dirinya dan banyak alasan Raisa menolak pria-pria tersebut
karena pria itu terlalu baik, karena pria itu terlalu tampan, karena terlalu
gombal dll.
Ambar
pun bingung mau memperkenalkan Raisa dengan pria mana lagi karena stok pria
yang sudah Ambar kenalkan kepada Raisa sudah tidak ada lagi. Ambar pun hampir
putus asa untuk membantu Raisa menemukan jodohnya tapi, Ambar adalah tipe orang
yang tidak mudah menyerah. Namun untungnya ada Bayu yang selalu ada di sisinya
selama Ambar membutuhkan bantuan. Bayu itu adalah teman kuliah Ambar. 7 tahun
yang lalu Bayu pernah menyatakan cintanya kepada Ambar namun Ambar menolaknya
dan meminta Bayu untuk pergi dari hatinya dan sampai sekarang Ambar tidak
pernah melupakan kejadian tersebut. Ambar sangat menyesal karena telah
menyia-nyiakan orang yang ia sayangi. Yang lebih di sesalkannya lagi Ambar
menjodohkan Bayu dengan Nindy. Tapi sekarang Bayu adalah sahabatnya yang selalu
ada di sisi Ambar. Namun hati Ambar masih mencintai bayu.
Tiba-tiba
terlintas di pikiran Ambar, bahwa dia harus memperkenalkan pria super perfect
kepada Raisa dan tingkat kecocokonnya mencapai 95% dan pria itu bernama
Raditya. Ambar yakin cara ini akan berhasil. Namun pada kenyataannya, cara yang
Ambar yakini sebagai cara ampuh ternyata gagal juga. Ambar benar-benar frustasi
dan Bayu pun menyemangati Ambar supaya tidak menyerah. Bayu memberikan saran
kepada Ambar supaya Ambar mencarikan pria yang sifatnya kebalikan dari
sifat-sifat pria yang sudah ia kenalkan kepada Raisa, pria yang jujur dan tidak
banyak dramatisasi. Cara itu agar Raisa kapok dan tidak banyak menuntut tipe.
Bayu dan Ambar bersekongkol untuk menyewa sesorang untuk membuat Raisa kapok,
dan pria iru bernama Daniel. Daniel adalah teman kuliah Ambar sekaligus musuh
bebuyutan Ambar. Waktu 7 tahun yang lalu Daniel pernah menyatakan cintanya
kepada Ambar sama seperti Bayu, tapi Daniel lebih dulu menyatakannya ketimbang
bayu. Daniel itu tipe pria playboy yang bewajah tampan itu lah sebabnya Ambar
tidak mau menerima Daniel. Awalnya Ambar tidak setuju, tapi setelah di bujuk
Bayu akhirnya Ambar pun ikut mendukung.
Raisa
dan Daniel pun mulai berkencan, pada saat makan malam Daniel tidak mau membayar
bill, Daniel bilang ke Raisa kalau Raisa itu seperti pria karena rambutnya yang
pendek, dan masih banyak lagi ke anehan Daniel yang di tujukan kepada Raisa.
Setelah beberapa lama Raisa menelepon Ambar dan Raisa bilang ia mau di jodohkan
dengan Daniel dan Daniel pun begitu. Ambar sangat shok mendengar pernyataan
Raisa. Namun Ambar harus ikhlas kalau mereka sama-sama saling mencintai. Dan Ambar
pun merestui hubungan antara mereka berdua.Lama-kelamaan Raisa akhirnya cerita
kepada Ambar kalau sebenarnya Raisa tidak menyukai Daniel, dan begitu pun
dengan sebaliknya. Mereka hanya berpura-pura saling menyukai.
Raisa
dan Ambar pergi ke supermarket lalu Raisa bertemu seorang pria yang yang
bernama Rasyid. Rasyid itu dulunya pernah jadi klien Ambar juga. Lama-kelamaan
Raisa dan Rasyid pun akrab. Setelah Bayu pergi Ambar menutup Biro Jodoh
tersebut dan Ambar menjadi dekat dengan Daniel, dan Daniel menjadi rekan
kerjanya Ambar. Tanpa diduga Raisa akhirnya bertunangan dengan Rasyid dan Ambar
pun mulai membuka hatinya untuk Daniel.
“Seumur
hidupnya Raisa tidak pernah menyangka suatu hari akan menginjakan kakinya di
sebuah tempat-sumpah-tak pernah sekali pun terlintas di kepalanya. Tempat yang
bernama Biro Jodoh.”
Novel
ini ditujukan untuk Remaja & Dewasa.
oleh KUSRIYAH
Tidak ada komentar:
Posting Komentar