DEGRADASI KARAKTER ANAK BANGSA
Oleh: Dwi Pratiwi
Bagaimana karakter bangsa indonesia dimata negara lain ?
Pasti kita ketahui bangsa Indonesia merupakan bangsa yang mempunyai ciri khas
ramah tamah, suka tolong menolong, dan sopan santun. Menengok realita saat ini,
bahwa banyak anak sekolah yang terjerumus dalam kasus kejahatan. Diantaranya
banyak kasus kejahatan yang beredar di
media massa dan melibatkan anak sekolah. Ini merupakan bukti bahwa karakter
anak sekolah saat ini mengalami degradasi.
Pada hakekatnya pengertian karakter dalam
kamus besar Bahasa Indonesia (1995:445), istilah “karakter” berarti sifat-sifat
kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari yang lain:
tabiat, watak. Setiap manusia pasti memiliki karakter
yang berbeda – beda. Dalam buku “esaax
concerning human understanding” jhone lock dengan teorinya yang bernama teori
tabula rasa bahwa seorang manusia lahir tanpa isi mental bawaan, dengan kata
lain “kosong”, dan seluruh sumber pengetahuan diperoleh sedikit demi sedikit
melalui pengalaman dan persepsi alat inderanya terhadap dunia diluar dirinya.
Berbicara tentang karakter, tak luput dari yang namanya
pendidikan. Pendididkan di indonesia mengacu pada undang-undang nomer 20 tahun
2003 yang berbunyi pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan
suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif
mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,
pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan
yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan negara.
Dari penjelasan
diatas sistem pendidikan di
indonesia menggambarkan bahwa karakter
sangat diutamakan. Tetapi melihat realita yang ada banyak sekali
kejahatan yang menimpa kalangan anak sekolah saat ini. Seperti yang dimuat oleh salah satu
media harian Radar Cirebon pada
tanggal 10 Oktober 2014 pada pukul 09.54 WIB, disitu dituliskan kasus kejahatan
pesta miras dan genk motor yang melibatkan anak sekolah yang ada dicirebon. Ini
menandakan bahwa pendidikan tidak berjalan sesuai mestinya. Kita tidak boleh
serta merta menyalahkan dunia pendidikan yang ada di Indonesia. Kita juga tidak
boleh menyalahkan siswa yang terlibat kasus kejahatan. Lalu siapakah yang
salah? Dan siapakah yang harus bertanggung jawab ?
Ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Orang tua dan guru
disekolah harus lebih intens dalam mengawasi anak-anaknya agar tidak
terkontaminasi oleh hal negatif seperti narkoba, minuman kerja dan pergaulan bebas yang terjadi pada saat ini. Di era globalisasi
ini, banyak anak sekolah yang mengerti akan canggihnya teknologi. Teknologi
sangat berpengaruh dalam proses pelaksanaan pendidikan . banyak hal positif yang ada pada teknologi, tapi
banyak juga hal negatifnya. Secara garis besar teknologi artinya sebuah alat
bantu manusia untuk tidak mempersulit kepentingan – kepentinganya baik berupa
sarana komunikasi, alat-alat kerja, bahkan hampir segala aspek kehidupan
manusia dapat ditangani secara mekanik.
Maka dari itu guru dan orang tua harus bekerjasama dalam
mendidik anak. kerjasama dalam bentuk komunikasi antara orang tua dan guru
perlu diwujudkan dengan sebaik – baiknya yaitu antara lain kunjungan orang tua
ke sekolah, kunjungan guru kerumah, rapat orang tua dan catatan kepribadian
anak yang dibuat oleh guru dan orang tua.
Adapun tanggung jawab orang tua dalam mengawal proses
pendidikan anak yang pertama memelihara, melindungi, dan menjamin kesehatanya
baik kesehatan secara jasmani maupun rohani.
yang kedua mendidik dengan berbagai ilmu pengetahuan, keterampilan, dan
agama. Kemudian peran guru disekolah tidak jauh berbeda
dengan peran orang tua dirumah. Adapun beberapa perbedaan antara peran orang tua
dan guru yaitu guru merupakan pengajar dan pendidik yang berarti disamping
mentransfer ilmu pengetahuan juga mendidik dan mengembangkan kepribadian
peserta didik melalui interaksi yang dilakukanya dikelas dan diluar kelas. Yang
kedua, guru hendaknya diberikan hak penuh dalam melakukan penilaian dan proses
pembelajaran, karena dalam masalah kepribadian atau karakter peserta didik guru
merupakan pihak yang paling mengetahui tentang kondisi dan perkembanganya. Yang
terakhir guru hendaknya mengembangkan program ekstrakulikuler yang diwajibkan
peserta didik mengikuti kegiatan yang bermanfaat di sekolah
Pemerintah
pun harusnya ikut andil dalam mengatasi masalah degradasi karakter yang dialami
dunia pendidikan di Indonesia. Selaku penentu kebijakan, pemerintah harus bisa
memberikan solusi tepat terhadap masalah yang ada dunia pendidikan. karena
semua kebijakan ada ditangan pemerintah. Jadi ketika pemerintah membuat sebuah
sistem pendidikan maka pemerintah harus mempertanggunjawabkan semua dampak dari
sistem yang dibuatnya.
Solusi
dari masalah degradasi karakter
diatas, orang tua, guru, dan pemerintah harus bekerjasama, saling mengawasi,
serta bertanggung jawab atas semua masalah karakter yang menimpa anak sekolah
di Indonesia.