nama : nurlaily nishfiyani
Sensasi Es
Cuiang Pak Sutarya
Hilir mudik kendaraan di jalanan
kota cirebon kian menumpuk di siang
hari, penjajah jajanan pun kian padat merapati pinggiran jalan kota
cirebon yang suguhkan bermacam-macam makanan khas berbagai daerah tidak
terkecuali dari kota cirebon sendiri. Diantara mereka terdapat seorang
laki-laki paruh abad bersama gerobak dorongnya yang berisikan berbagai
bahan-bahan campuran pembuat makanan khas kota cirebon. Laki-laki tersebut
bernama sutarya (51), penjual es cuing diarea karang getas-petandesan kota
cirebon.
Es Cuing merupakan minuman khas dari
cirebon yang terbuat dari daun cuing yang berbentuk bulat, berbulu dan berwarna
hijau yang terlebih dahulu dihancurkan lalu dimasak hingga berbentuk jel, dalam
penyajiannya cuing yang telah berbentuk jel biasanya dicampur dengan dawet yang selanjutnya dibumbui cairan
gula merah dan santen, tidak lupa juga serutan es balok lengkap menambah
kesegarannya. Namun es cuing pa sutarya sedikit berbeda dengan es cuing yang
biasa dijumpai, perbedaannya terletak pada penyajiannya yang di tambahkan
serutan kelapa, selain itu terdapat bubur
lemu yang berwarna hijau muda sebagai pengganti dawet. Cuing, bagi lelaki paruh abad yang bertempat tinggal asli
tegal tani, plered ini, “cuing merupakan penyambung hidup saya selama 25 tahun terakhir ini” ucap pa
sutarya. Dengan umur yang tidak muda lagi pa sutarya masih terlihat kuat
berjalan jajahkan es cuing kepada pejalan kaki yang seringkali abaikan sosoknya
yang berjalan sambil mendorong grobak di pinggiran jalan. Harga es cuing pa
sutarya sendiri per porsinya adalah Rp 5000,00. Dengan modal yang tidak terlalu
besar, pa sutarya bisa mendapatkan penghasilan per hari sekitar 400-500 ribu, itu
semua sudah termasuk untung dan penutup pengeluaran. Hebatnya lagi, dari penghasilan
tersebut pa sutarya dapat memperkuliahkan salah satu dari keepat anaknya. Selain
berdagang dengan berkeliling di area karang getas-petandesan seringkali pa
sutarya mendapat pesanan, “Biasanya juga ada yang pesan es cuing, mulai pesanan
dari kampus, sekolah dan untuk acara ulang tahun juga ada” ujar pa sutarya yang
sesekali melayani pembeli es cuingnya.
Rasa segar dan manis-gurih dari es
cuing sendiri tidak pernah hilang dari setiap tegukan dan telanannya. Namun rasa
dari es cuing pa sutarya sendiri sedikit unik, “Rasa es cuing pa sutarya
berbeda dengan es cuing yang pernah saya cicipi, mungkin karena tambahan bubur
dan serutan kelapa yang membuat rasanya menjadi lain” seru penikmat es cuing
(rosiawati) warga asli brebes yang menetap di cirebon.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar