Kamis, 08 Januari 2015

feature



nama : nurlaily nishfiyani

Sensasi Es Cuiang Pak Sutarya

            Hilir mudik kendaraan di jalanan kota cirebon kian menumpuk di siang  hari, penjajah jajanan pun kian padat merapati pinggiran jalan kota cirebon yang suguhkan bermacam-macam makanan khas berbagai daerah tidak terkecuali dari kota cirebon sendiri. Diantara mereka terdapat seorang laki-laki paruh abad bersama gerobak dorongnya yang berisikan berbagai bahan-bahan campuran pembuat makanan khas kota cirebon. Laki-laki tersebut bernama sutarya (51), penjual es cuing diarea karang getas-petandesan kota cirebon.

            Es Cuing merupakan minuman khas dari cirebon yang terbuat dari daun cuing yang berbentuk bulat, berbulu dan berwarna hijau yang terlebih dahulu dihancurkan lalu dimasak hingga berbentuk jel, dalam penyajiannya cuing yang telah berbentuk jel biasanya dicampur dengan dawet yang selanjutnya dibumbui cairan gula merah dan santen, tidak lupa juga serutan es balok lengkap menambah kesegarannya. Namun es cuing pa sutarya sedikit berbeda dengan es cuing yang biasa dijumpai, perbedaannya terletak pada penyajiannya yang di tambahkan serutan kelapa, selain itu terdapat bubur lemu yang berwarna hijau muda sebagai pengganti dawet. Cuing, bagi lelaki paruh abad yang bertempat tinggal asli tegal tani, plered ini, “cuing merupakan penyambung hidup saya  selama 25 tahun terakhir ini” ucap pa sutarya. Dengan umur yang tidak muda lagi pa sutarya masih terlihat kuat berjalan jajahkan es cuing kepada pejalan kaki yang seringkali abaikan sosoknya yang berjalan sambil mendorong grobak di pinggiran jalan. Harga es cuing pa sutarya sendiri per porsinya adalah Rp 5000,00. Dengan modal yang tidak terlalu besar, pa sutarya bisa mendapatkan penghasilan per hari sekitar 400-500 ribu, itu semua sudah termasuk untung dan penutup pengeluaran. Hebatnya lagi, dari penghasilan tersebut pa sutarya dapat memperkuliahkan salah satu dari keepat anaknya. Selain berdagang dengan berkeliling di area karang getas-petandesan seringkali pa sutarya mendapat pesanan, “Biasanya juga ada yang pesan es cuing, mulai pesanan dari kampus, sekolah dan untuk acara ulang tahun juga ada” ujar pa sutarya yang sesekali melayani pembeli es cuingnya.
            Rasa segar dan manis-gurih dari es cuing sendiri tidak pernah hilang dari setiap tegukan dan telanannya. Namun rasa dari es cuing pa sutarya sendiri sedikit unik, “Rasa es cuing pa sutarya berbeda dengan es cuing yang pernah saya cicipi, mungkin karena tambahan bubur dan serutan kelapa yang membuat rasanya menjadi lain” seru penikmat es cuing (rosiawati) warga asli brebes yang menetap di cirebon.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar