Kamis, 08 Januari 2015

artikel... problematika pencemaran sungai



     Nama: nurlaily nishfiyani
      NPM: 113050145

Problematika Pencemaran Sungai

                  Air adalah jantung bumi... sungai adalah darah bumi... hujan adalah hati bumi... air telah digantikan oleh bau busuk... sungai telah digantikan oleh pencemaran... hujan ada namun tidak ditemukan bekasnya... massa telah berubah. Keindahan sungai telah tergantikan oleh pemukiman sampah yang semakin menggunung. Seakan tidak ada yang terganggu, gundukan sampah terus-menerus tergenang bagaikan kapal apung yang hendak berlayar kelaut lepas.

      Pencemaran sungsai di Indonesia
                  Indonesia memiliki berbagai macam jenis sungai yang bertaburan disetiap wilayahnya. Dalam satu wilayah saja Indonesia sudah memiliki lebih dari 5 sungai di sudut-sudut wilayah tersebut, dapat dikatakan sungai merupakan jenis pengairan yang paling banyak berada di wilayah Indonesia. Dulu, sungai sangat indah dipandang mata, namun perlahan-lahan pandangan tersebut hilang ditelan kenyataan yang melanda Indonesia. Sekarang, sungai-sungai di Indonesia sudah mulai jarang yang memiliki air jernih, tidak ada sampah non organik, itu jarang sekali terlihat apalagi jika dilihat dari kaca mata kehidupan kota.
Sungai adalah salah satu hal yang terpenting dalam kehidupan masyarakat karena isi dari sungai itu adalah air. Sudah jelas, air sangatlah penting bagi semua manusia, bukan hanya di Indonesia saja namun di seluruh dunia. Dapat dilihat saat ini, sebagian besar sungai di Indonesia sudah mulai terkontaminasi sampah-sampah organik dan non organik, limbah rumah tangga, hingga limbah pabrik, sungai telah berubah menjadi pemandangan yang tidak enak untuk dilihat. Pencemaran sungai bukanlah sesuatu yang baru bagi masyarakat Indonesia, namun dengan  berjalanya waktu keadaan tersebut semakin terlihat memburuk hingga sampai pada masa kritisnya. Dulu, mungkin hanya sampah-sampah kecil saja yang tergenang disungai, namun saat ini berbagai macam sampah dapat ditemukan pada genangan air sungai bahkan seringkali sampah-sampah itu menyumbat jalur air sungai, hingga mengakibatkan air sungai terhambat dan tidak dapat mengalir.
 Pencemaran sungai merupakan dilema pemerintah yang tidak pernah terlihat membaik, malah kenyataannya sebaliknya. Seperti yang terjadi di Kabupaten Cirebon tepatnya pada sungai  jamblang yang dimana limbah pengrajin batu alam cirebon adalah penyebab utama dari tercemarnya sungai tersebut. Sungai Jamblang di Kabupaten Cirebon ini, telah tercemar limbah pengrajin batu alam Palimanan sehingga air sungai yang biasanya digunakan untuk keperluan pertanian tersebut tercemar bahan batuan yang sangat menganggu pertumbuhan tanaman pertanian. Banyak dari masyarakat yang telah mengeluhkan permasalahan pencemaran sungai jamblang namun yang diterima warga tetaplah sama, yaitu tercemarnya sungai. Sungai jamblang merupakan salah satu contoh dari sekian sungai yang tercemar akibat imbah pembuangan pabrik yang terlebih dahulu tidak disaring. Kenyataannya masih banyak lagi air sungai yang telah terkontaminasi oleh limah sampah, pabrik dan sebagainya, namun sampai titik ini tidak ada perhatian khusud dari pemerintah maupun dari masyarakatnya sendiri yang dekat dengan area sungai.

      Akibat dari pencemaran sungai.
              Sungai yang telah tercemar oleh sampah-sampah, limbah rumah tangga, dan limbah pabrik yang mengandung berbagai bahan kimia dapat mengakibatkan berbagai macam dampak yang dapat dirasakan oleh masyarakat khususnya warga yang tinggal di bantaran kali. Sampah yang tergenang pada sungai dapat mengakibatkan berbagai hal seperti, bau busuk yang dapat dirasakan masyarakat jika melintas pada sungai yang tercemar tersebut, hal itu juga dapat mengakibatkan banjir melanda wilayah yang letaknya dekat dengan sungai. Selain itu pencemaran sampah juga dapat mengakibatkan penyakit kulit, diare, demam berdarah, hingga dapat berujung kematian. Sering kali terdengar warga meninggal terseret arus deras sungai dan ada juga kejadian yang awalnya warga tersebut mencari botol bekas di sungai yang terdapat berbagai macam sampah tersedia namun sayangnya warga tersebut terpeleset, jatuh, hingga terseret arus sungai.
              Selain beberapa dampak tersebut pencemaran sungai juga dapat mengakibatkan permukaan tanah yang mengelilingi sungai tidak sehat. Tanaman atau ikan yang ada pada sungai pun akan mati jika air sungai tercemar, yang ada hanya bahaya mengintai masyarakat sebab permukaan air tidak terlihat karena airnya berwarna coklat dan terlalu banyak sampah yang tergenang dipermukan sungai.



Solusi
              Pemerintah Indonesia sebenarnya sudah melakukan berbagai tindakan untuk menyelesaikan permasalahan pencemaran sungai ini, namun hasilnya belum terlihat maksimal. Hal itu terjadi karena pemerintah dan masyarakat tidak bekerjasama dalam mengatasi masalah ini. Dalam mengatasi masalah ini pemerintah dan masyarakat harus kompak, saat pihak pemerintah mengeluarkan peraturan baru tentang sungai, masyarakat harus membantu pemerintah dengan cara mentaati apa yang telah ditetapkan pemerintah, selain itu masyarakat juga harus dapat membiasakan diri untuk tidak  membuang sampah sembarangan, melakukan pembersihan sungai, dan memberitahukan pentingnya menjaga sungai pada warga lain yang belum mengerti, serta menyediakan tempat sampah khusus organik dan non organik supaya sampah yang sudah terbuang dapat dibuat kerajinan tangan ataupun pupuk.

resensi... kisah sejati sang takdir



Nama          : Nurlaily Nishfiyani
NPM           : 113050145
Klas            : 2B

Kisah Sejati Sang Takdir

Sandiwara bumi merupakan sebuah novel terbitan sinar kejora yang dikarang oleh seorang novelis ternama indonesia yang bernama Taufiqurrahman Al-Azizy, yang dimana editor bukunya adalah Velisya Maharani, tata sampul bukunya Gobaqsodor dan inilah salah satu yang membuat novel ini menarik, tata isinya sendiri adalah Amiza A. Novel ini terbit pertama kali maret, 2014, ISBN: 978-602-7902-32-9.
Hidup adalah sebuah anugrah terindah yang diberikan  oleh allah, alam merupakan pendamping yang terbaik untuk hidup manusia, dan takdir adalah penghubung manusia dengan alam. Manusia dengan alam saling berhubungan, dan sesungguhnya manusia sangat menggantungkan hidupnya pada alam yang setiap saat memberikan keberkahan yang dialiri oleh kuasa tuhan. Alam selalu akan membalas apa yang telah manusia lakukan dengannya. Alam akan ramah jika manusianya sendiri berperilaku ramah pada alam, tidak merusak, selalu merawat alam dengan sepenuh hati. Namun jika manusia menghianati alam, alampun akan marah pada sikap manusia. Inilah yang terjadi di novel sandiwara bumi, berawal dari sikap manusia yang acuh tak acuh pada alam, dengan kemarahannya alam menyemburkan amarahya melalui bencana yang menggemparkan daerah tersebut. Akibatnya dapat berupa kehancuran wilayah, penduduk ataupun kesedihan yang membanjiri seluruh keadaan di area bencana. Alam memang yang berkuasa jika manusia bantai kepuasan alam.
Sandiwara bumi adalah sebuah novel yang menceritakan tentang sebuah bencana alam yang terjadi di duku ketoyan mengakibatkan dukuh tersebut hancur dan puluhan penduduk tertimbun, meninggal serta ada yang hilang tak ditemukan karena hanyut terbawa aliran sungai sedawu. Dampak dari longsor dan banjir sangat dirasakan oleh dukuh kecil terpencil yang bernama dukuh ketoyan ini, kehancuran dapat dirasakan dari masing-masinng penduduk dukuh ketoyan yang masih hidup, hal itupun sagat dirasakan oleh hastadi yang pada saat itu kehilangan sosok yang dicintainya, yaitu kedua anaknya dan istri tercintanya. Takdir telah membawa hastadi menyusuri sungai sedawu untuk mencari kedua anaknya dan istrinya. Di perjalanan hastadi mendapatkan berbagai kejadian yang membuatnya semakin gigih mencari keluarga tercinta dan warga lainnya yang. Awalnya hastadi dan kedua temannya menemukan mayat-mayat penduduk yang hanyut dimakamkan di dukuh yang menemukannya, diantaranya adalah istri hastadi yang ditemukan di dukuh terjauh dari dukuh ketoyan. Namun sampai titik ini hastadi belum menemukan kedua anaknya, dengan tuturan seorang nenek yang mengatakan bahwa beberapa waktu lalu ada seseorag yang datang menanyakan tentang dukuh ketoyan, laki-laki itu berniat untuk mengantar seorang anak laki-laki yang diyakini adalah anak dari dukuh ketoyan. Sontak hastadi berniat melanjutkan perjalanan walaupun kedua temannya telah pulang ke dukuh ketoyan. Hastadipun pergi ke jakarta sesuai dengan tuturan nenek tua waktu itu. di jakarta hastadi menemukan hal yang baru, baru dirasakan, baru dilihat, dan baru didengar. Semuanya serba baru, kendaraan yang melintas pun baru bagi hastadi yang baru pertama kali injakan kakinya di tanah jakarta. Ia temukan kepribadian yang baru, kepribadian keras pada ibo kota ini, lembut-kerasnya jakarta dirasakan hastadi. Ia rasakan sosok yang biasa ia rasakan, yaitu sosok yang peduli dengannya dan dijakarta pula ia temukan kebringasan jakarta saat ia dirampok oleh segerombolan orang yang ternyata salah satu dari orang tersebut adalah ayah angkat anaknya yang bernama badrun. Akhir dari cerita ini happy ending yang dimana akhirna pak hastadi akhirnya bertemu dengan kedua anaknya. Komflik terbesar dari novel ini adalah saat badrun terhianati oleh kekasihnya yang ternyata calon istri dari kakaknya yang bernama baihaqi (ustad).
“setiap anak dilahirkan dalam keadaan suci; maka orang tuanyalah yang akan membuatnya menjadi yahudi, nasrani atau majusi. Sungguh, sabda yang mulia ini sering kali disalahpahami sebagai cara untuk menjelek-jelekkan antar pemeluk agama, alih-alih dipahami sebagai peringatan agar kesucian anak yak dikotori oleh noda dan dosa akibat pengajaran dan pembelajaran yang keliru dari orang tuanya. Bila malaikat adalah simbol kesucian, sedangkan iblis simbol kejahatan, maka orang tualah yang mula pertama bertanggung jawab atas terbentuknya jiwa seorang anak, apakah berjiwa malaikat ataukah iblis. Tetapi bagaimana jika masing-masing dari kedua orang tua menjadi malaikat dan iblis bagi anaknya?” kutipan tersebut adalah gambaran dari kehidupan badrun setelah bertahun-tahun terpisah dari kedua orang tua dan kakaknya, dan setelah itu ia dirawat oleh sebuah keluarga yang ibarat surga-neraka. Ia diajari surga oleh ibunya dan diajari neraka oleh ayahnya, saat beranjak remaja iapun menjadi surga-neraka, malaikat-iblis. Sisi menarik dari novel ini adalah kisah sang badrun kecil sampai besar, hingga ia dihianati oleh kekasih hatinya.
Novel ini disarankan untuk dibaca oleh semua kalangan yang menyukai kisah  tentang takdir kehidupan yang bertaburan akan kemurnian cinta. Keunggulan dari novel ini terdapat pad cover, dan kisah mengenai kehidupan badrun, namun novel ini juga memiliki kekurangan yang terletak pada bagian isinya, latar tempat dan tokohnya berbeda dari satu cerita ke cerita lainnya dan itu membuat pembaca sedikit bingung, namun ceritanya tetap terlihat satu.

surat pembaca, jalan banjir kemarau-hujan

                                                                nama : nurlaily nishfiyani



Jalan Banjir, Kemarau-Hujan

            Tepatnya pada saat saya liburan semester, jalanan di daerah blendung mengalami kerusakan yang diakibatkan oleh musim hujan pada awal tahun 2014. Keadaan jalan tersebut penuh lubang-lubang yang tertutupi oleh genangan air karena memang disamping kiri terdapat sungai dan sebelah kanan terdapat selokan. Mirisnya lagi jalan berlubang dengan genangan airnya tidak hanya terjadi di musim hujan saja namun di musim kemaraupun jalanan tetap banjir. Seringkali saya melintasi jalan itu dan kecepatan kendaraan harus dikurangi karena memang genangan air yang menutupi jalan itu tersembunyi lubang yang siap menjatuhkan pengendara. Bapak saya yang biasa mengendarai sepeda motor dengan laju cepatpun harus mengurangi kecepatannya karena biasanya bukan hanya menghindari lubang namun harus pula menghindari tabrakan dengan kendaraan yang sedang melaju ataupun yang sedang macet karena air masuk ke mesin motor yang panas. Pernah juga lubang yang tertutupi genangan air mengakibatkan keseimbangan motor yang dikendarai bapak saya goyah dan hampir jatuh karena lubang yang tersembunyi, untung saja bapak saya sigap langsung memapah  motor dengan kakinya. Pernah masyarakat didaerah tersebut melakukan perbaikan dengan cara menaikan jalalanan di bagian tertentu saja, namun Cara masyarakat tuk meninggikan jalan ternyata tidak berhasil mengatasi masalah jalan banjir ini.
            Karena jalan-jalan tak kunjung selesai diperbaiki, saya sebagai masyarakat cirebon dan pengguna jalan, saya harap pemerintah yang bersangkutan dapat turun tangan mengerahkan perbaikan jalanan dengan cepat, karena jika musim hujan hadir dan jalanan belum selesai diperbaiki, hal itu dapat menjadikan jalanan semakin susah diperbaiki, dan lebih lama pula diperbaikinya. Harapan saya adalah semoga jalanan tersebut dapat diperbaiki dengan cepat sebelum datangnya musim penghujan.
           

feature



nama : nurlaily nishfiyani

Sensasi Es Cuiang Pak Sutarya

            Hilir mudik kendaraan di jalanan kota cirebon kian menumpuk di siang  hari, penjajah jajanan pun kian padat merapati pinggiran jalan kota cirebon yang suguhkan bermacam-macam makanan khas berbagai daerah tidak terkecuali dari kota cirebon sendiri. Diantara mereka terdapat seorang laki-laki paruh abad bersama gerobak dorongnya yang berisikan berbagai bahan-bahan campuran pembuat makanan khas kota cirebon. Laki-laki tersebut bernama sutarya (51), penjual es cuing diarea karang getas-petandesan kota cirebon.

            Es Cuing merupakan minuman khas dari cirebon yang terbuat dari daun cuing yang berbentuk bulat, berbulu dan berwarna hijau yang terlebih dahulu dihancurkan lalu dimasak hingga berbentuk jel, dalam penyajiannya cuing yang telah berbentuk jel biasanya dicampur dengan dawet yang selanjutnya dibumbui cairan gula merah dan santen, tidak lupa juga serutan es balok lengkap menambah kesegarannya. Namun es cuing pa sutarya sedikit berbeda dengan es cuing yang biasa dijumpai, perbedaannya terletak pada penyajiannya yang di tambahkan serutan kelapa, selain itu terdapat bubur lemu yang berwarna hijau muda sebagai pengganti dawet. Cuing, bagi lelaki paruh abad yang bertempat tinggal asli tegal tani, plered ini, “cuing merupakan penyambung hidup saya  selama 25 tahun terakhir ini” ucap pa sutarya. Dengan umur yang tidak muda lagi pa sutarya masih terlihat kuat berjalan jajahkan es cuing kepada pejalan kaki yang seringkali abaikan sosoknya yang berjalan sambil mendorong grobak di pinggiran jalan. Harga es cuing pa sutarya sendiri per porsinya adalah Rp 5000,00. Dengan modal yang tidak terlalu besar, pa sutarya bisa mendapatkan penghasilan per hari sekitar 400-500 ribu, itu semua sudah termasuk untung dan penutup pengeluaran. Hebatnya lagi, dari penghasilan tersebut pa sutarya dapat memperkuliahkan salah satu dari keepat anaknya. Selain berdagang dengan berkeliling di area karang getas-petandesan seringkali pa sutarya mendapat pesanan, “Biasanya juga ada yang pesan es cuing, mulai pesanan dari kampus, sekolah dan untuk acara ulang tahun juga ada” ujar pa sutarya yang sesekali melayani pembeli es cuingnya.
            Rasa segar dan manis-gurih dari es cuing sendiri tidak pernah hilang dari setiap tegukan dan telanannya. Namun rasa dari es cuing pa sutarya sendiri sedikit unik, “Rasa es cuing pa sutarya berbeda dengan es cuing yang pernah saya cicipi, mungkin karena tambahan bubur dan serutan kelapa yang membuat rasanya menjadi lain” seru penikmat es cuing (rosiawati) warga asli brebes yang menetap di cirebon.