Kamis, 25 Desember 2014

Artikel Sumpah pemuda



Sumpah itu kini menjadi sejarah belaka
Oleh : Ismi Izzati
Mahasiswa Unswagati , jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Alamat : Jalan Adipati Arya no 69 Pengabean, Losari – Brebes Jawa Tengah

“Beri aku 1000 orang tua, niscaya akan ku cabut semeru dari akarnya… Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.”
Begitulah ungkapan seorang presiden pertama Indonesia yang terkenal dengan tokoh nasionalis dari keoptimisannya memandang para pemuda. Dari ungkapan itu kita bisa mengambil sebuah nilai bahwa para kaum muda masih memiliki citra yang cukup baik ditengah-tengah kepemimipinan para kaum tua yang semakin hari semakin memburuk. Sangat tidak bisa kita pungkiri bahwa perjalanan politik di Indonesia dari sebelum merdeka hingga sekarang para kaum muda banyak mewarnai kancah politik di negeri ini, terlihat pada tanggal 28 Oktober 1928 pemuda dijuluki tokoh lahirnya sumpah pemuda. Dengan begitu, dapat dikatakan pemuda adalah harapan bangsa, dan tulang punggung kemajuan bangsa ini. Jika pemuda rusak, maka hancurlah negara. Jika pemuda hebat, maka majulah bangsa Indonesia. Peran kita sebagai seorang pemuda sangat dibutuhkan untuk negeri kita tercinta.
Sumpah Pemuda adalah salah satu tonggak sejarah yang penting bagi bangsa Indonesia. Sumpah Pemuda juga merupakan bukti otentik bahwa pada tanggal 28 oktober 1928 Bangsa Indonesia dilahirkan, Proses kelahiran Bangsa Indonesia ini merupakan buah dari perjuangan rakyat yang selama ratusan tahun tertindas dibawah kekuasaan kaum kolonialis pada saat itu, kondisi ketertindasan inilah yang kemudian mendorong para pemuda pada saat itu untuk membulatkan tekad demi mengangkat harkat dan martabat hidup orang Indonesia asli, tekad inilah yang menjadi komitmen perjuangan rakyat Indonesia hingga berhasil mencapai kemerdekaan 17 tahun kemudian yaitu pada 17 Agustus 1945.
Sesuai namanya, Sumpah Pemuda dirumuskan oleh para pemuda. Mereka kemudian menjadikannya sebagai dasar untuk membangkitkan rasa nasionalisme. Para pemuda tidak lagi berjuang sendiri, melainkan bersama-sama. Perlu kita ketahui, Sumpah Pemuda tidak lahir begitu saja. Banyak hal yang melandasi para pemuda bertekad untuk bersatu. Mereka berpikir tidak akan bisa membuat Indonesia merdeka jika berjuang di kelompok sendiri.
Sejarah dari Sumpah Pemuda telah membuktikkan bahwa Bangsa Indonesia adalah bangsa yang memiliki pemuda berkarakter, kuat, dan tangguh. Sumpah Pemuda disebut sumpah setia para muda-mudi Indonesia yang tujuannya untuk mencapai kemerdekaan dan kesatuan bangsa, karena dengan sumpah ini muda-mudi Indonesia memiliki kesatuan yang kuat dan tidak akan disepelekan atau dilupakan. Sumpah Pemuda ini merupakan janji besar yang tidak boleh diingkari oleh semua orang yang telah mengucapkanna.
            Namun sekarang, semangat nasionalisme pemuda tampaknya memudar, tertidur dan ditidurkan. Sangat jarang kita temui (kelompok) pemuda yang sungguh-sungguh memikirkan dan memperjuangkan bangsa ini. Tidak sedikit organisasi mahasiswa dan kepemudaan yang meskipun memakai simbol-simbol kebangsaan dan selalu mengatasnamakan demi rakyat, namun dalam kenyataannya lebih mementingkan kelompoknya daripada kepentingan bangsanya. Lebih parah lagi ketika organisasi tersebut terkontaminasi oleh kepentingan politik penguasa (seniornya). Di era jaman sekarang banyak juga pemuda-pemudi Indonesia yang masih berperilaku negatif dan mungkin mereka tidak tahu apa makna dari Sumpah Pemuda itu. Tak ada aksi nyata dan ambisi baru yang membumbung tinggi demi mewujudkan pemuda Indonesia yang berkarakter. Yang ada justru kritis karakter yang semakin merajalela, dimana tawuran antar pelajar sudah menjadi tradisi, pergaulan bebas di kalangan remaja semakin membara dimana-mana, dan masih banyak lagi masalah kualitas pemuda yang ada di Indonesia. Selain itu, di era modern dan serba instan ini, tidak sedikit pemuda yang terikut arus menjadi generasi instan. Generasi hedonis, individualis, dan apatis. Mereka lebih suka nongkrong di pusat perbelanjaan, pusat hiburan, dan dunia maya. Tidak peduli dengan masa depan bangsanya, rakyat miskin, dan persoalan yang ada di sekitarnya. Bagi mereka, yang terpenting adalah kesenangan diri.
Kita sebagai pemuda-pemudi pelajar bangsa Indonesia wajib belajar keras dan menjunjung tinggi nilai persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia demi menjaga keutuhan negara Indonesia. Hal-hal yang bisa kita lakukan antara lain, rajin belajar, menjunjung tinggi rasa nasionalisme, berkarakter kuat dan disiplin. Dengan begitu, kita mampu memberikan sumbangsih untuk Indonesia, walaupun hanya sedikit. Sedikit lebih baik daripada tidak sama sekali. Kita bisa mencontoh dan meneladani semangat pemuda-pemudi Indonesia dalam mempertahankan keutuhan Negara Republik Indonesia meskipun dalam bentuk yang berbeda. Sebagai generasi muda harus sadar bahwa kita dituntut untuk selalu berkualitas dan terbakar semangatnya untuk selalu berkarya.
Dengan melihat ke belakang, sejarah perjuangan Sumpah Pemuda yang dalam keadaan serba terbatas, namun mereka tetap semangat memperjuangkan utuhnya persatuan dan kesatuan. Maka, dengan adanya generasi sekarang, di jaman yang serba canggih, tentunya harus bisa membuktikan bahwa generasi sekarang juga lebih mampu dan lebih tangguh dalam menjaga persatuan, meskipun dengan cara yang berbeda. Dengan prestasi, berkarya, dan bersikap sebagai anak bangsa yang selalu mendukung persatuan, tentunya negara akan tersenyum, aman, dan damai. Negara juga akan bangga, karena generasi penerus dapat mewarisi isi atau janji Sumpah Pemuda. Betapapun perjuangan Sumpah Pemuda tidak akan sia-sia, karena akan terlahir generasi yang luar biasa.

Surat Pembaca Kelompok



KEMBALIKAN HAK PEJALAN KAKI
Sudah cukup lama kami pengguna jalan trotoar masyarakat kota Cirebon, yang bertempat dari Jalur Pantura sampai Jalan Perjuangan merasa sangat terganggu dalam menggunakan trotoar yang semestinya digunakan untuk berjalan kaki, tetapi yang kini kami lihat hanyalah sebuah gerobak-gerobak jajanan makanan atau minuman memenuhi jalan trotoar didaerah tersebut yang seharusnya digunakan untuk para penjalan kaki.
 Kami memohon untuk SATPOL PP (Satuan Polisi Pamong Praja) yang merupakan perangkat pemerintah daerah dalam memelihara ketentraman umum serta menegakkan peraturan daerah yang berada di Kota Cirebon untuk bergerak menindak lanjuti dari keluhan kami yang.menginginkan trotoar untuk kembali normal, mengembalikan hak para pejalan kaki yang memang seharusnya digunakan untuk pengguna jalan kaki ketimbang untuk berjualan ditrotoar, agar pengguna jalan kaki tidak merasa risih menggunakan trotoar serta terhindar dari kecelakaan dan lancar dalam kegiatan kesehariannya.

Tugas Kelompok*

Resensi Buku Little Edelweiss



Ketika Alam menjadi Saksi

Description: D:\memori hp\Foto\foto0627.jpg
Judul : Little Edelweiss         
Penulis: Nita Trismaya                                                                       
Penerbit : Moka Media
Halaman : 162 hal





“it’s not the mountain we conquer, but ourselves” –Edmund Hillary-
Cinta, Siapa yang tak mengenalnya? Sebuah perasaan yang mungkin sudah tak asing lagi didengar. Ia abstrak tak berbentuk tapi kekuatannya mampu mengalahkan kekuatan apapun. Bukan hanya gunung saja yang dapat ditaklukan tetapi diri pun bisa dengan cinta.
Perjalanan kisah yang mengharukan, tetapi penuh warna-warni kehidupan. seperti embun mencintai pagi, matahari menghangatkan dunia. Cinta bagaikan tanjakan setan dalam perjalanan seseorang yang mencintai alam, melihat keindahannya dari atas gunung-gunung yang menjulang tinggi, batu-batu yang terdapat ditebing menghiasinya, dan bunga-bunga yang memanjakan mata sebuah nama yang menggetarkan hati namun memberikan semangat untuk memperjuangkannya.
Ikatan persahabatan terkadang membuat dua insan manusia bisa menyatu, dengan suasana alam dan tantangan sebagai bumbu cinta didalam ceritanya.  Kika adalah siswa SMA yang mencintai alam bebas, dan Arka cowok penakluk gunung, pecumbu alam raya. Di ekstra kulikuler pecinta alam (PA) mereka merupakan teman dekat, sedekat gunung dengan lembah atau selekat pantai dengan lautan. Ternyata alam bebas sanggup membuat perasaan mereka melebihi rasa dari sepasang sahabat.
Mendaki gunung-gunung tertinggi di dunia adalah impian kika dan jatuh cinta adalah dilemanya terhadap Arka. Dalam kisah ini banyak dihiasi pengalaman-pengalaman dan keseruan mereka di alam bebas. Pengalaman yang mampu membuat mereka belajar tentang persahabatan, cinta, dan pendewasaan diri. Romance yang menyegarkan, dengan keindahan alam raya sebagai latar cerita, serta cerita yang mengugah empati jiwa petualang, memberikan kesan yang mendalam akan makna persahabatan dan cinta yang sejati.
“Diambilnya seikat kecil bunga edelweiss dari Arka di kantong jaket. Edelweiss dari Gunung Rinjani. Bunga yang menjadi alasan terbesar sampai akhirnya dia terdampar di sini. Di gunung ini demi memperjuangkan. Sama seperti seorang pendaki yang rela mempertaruhkan nyawa untuk bisa merengkuh bunga cantik ini.” (hal 140).
“Gunung salak memiliki kelembapan dan curah hujan yang cukup tinggi sekitar 4.000-6.000 mm per tahun dengan ketinggian sekitar 2000 mdpl. Kabut masih setia menyelimuti permukaan gunung yang membuat tingkat kesulitan pendakian semakin susah. Lembah-lembah yang masih perawan, karakteristik hutan lebat, terjal, dan curam. Saat ini, seminggu telah berlalu semenjak Arka dinyatakan hilang.” (hal 121).
Mengapa Arka menghilang? Oleh karena itu baca novelnya agar lebih mengetahui perjalanan yang sesungguhnya. Novel ini cocok untuk kalangan remaja serta membuat betah sehingga enggan beranjak dari tempat duduk jika sudah membacanya. 


LILIS PUJIANTI


Feature Tanah sakral mematikan



TANAH SAKRAL MEMATIKAN
Suasana yang tentram, hening serta dihiasi rimbunan pohon berbunga putih sehingga membuat semerbak harum jika memasuki kawasan itu. Setiap kaki melangkah, bulu kuduk pun ikut berdiri. Tempat itulah yang akan menjadi rumah terakhir yang kekal dan abadi untuk manusia.
Tanah kuburan, yang berletak di Desa Panguragan, Kecamatan Arjawinangun Cirebon, sudah lama tersohor dengan ilmu kasat mata, bahkan banyak dukun aliran sesat menggunakan tanah sakral itu untuk menjadikannya media guna-guna menghancurkan usaha orang. Dipercaya atau tidak tapi itu adalah berita terupdate. Guna-guna itu terkenal ganas, jarang pengusaha yang sanggup menghadapinya. Jika usahanya ditanami tanah sakral itu dijamin pada waktu yang singkat usahanya akan mengalami bangkrut lalu dililit hutang dalam jumlah besar.
Dede Solekha, 20 tahun, asli penduduk Panguragan duduk bersandar di kampus 2 Universitas Swadaya Gunung Jati dengan buku bacaan islami ditangannya, ia berkata “aku sii ngga percaya sama guna-guna, semuanya sudah ada yang berkehendak”. Ya tentu saja itu semua  allahu’alam karena hanya yang Kuasa lah yang dapat memutar balikan kehendak dan mengetahui segala sesuatunya. Selain menjumpai dede, Richa Nurjanah, 22 tahun, juga sering mendengar berita heboh mistis ini hingga ke kota asalnya Indramayu. Menurutnya itu memang ada dan terjadi, sebab salah satu tetangganya Udi, warga kelurahan Karangmalang, Kabupaten Indramayu pernah mengalami kebangkrutan, ia kehilang kios kue kering miliknya di “Pasar Baru” Tanjungpura karena dijual dan menanggung hutang pihutang sekitar 20 jutaan, namun dia kini harus mengais rezeki di Negeri Orang yaitu sebagai driver di Arab Saudi. Ia bercerita pada Richa saat kehilangan kios kesayangannya.
Ujang adalah Bapaknya Udi, saat itu Jumat Kliwon hingga Sabtu Legi (18 – 19 Januari 2008), Ujang duduk termenung di teras gedung pertemuan kompleks “Kinasih” di Jalan Tapos, Kecamatan Cimanggis, Kabupaten Depok. Wajah yang sudah dipenuhi kerutan itu tampak kuyu seakan menyimpan duka nestapa teramat berat. Ujang berupaya memuntahkan kegalauannya seputar perjalanan usaha putra sulungnya Udi yang kini bangkrut dan gulung tikar. Pasar lama yang terletak di Kelurahan Lemah Abang, Kabupaten Indramayu itu terbakar pada Selasa 11 Juli 1995, dan pedagang direlokasi ke Pasar Baru Kelurahan Karanganyar, Kabupaten Indramayu, secara bertahap kios kue kering milik Udi mengalami kemajuan. Setidaknya hingga 2005 silam. Bahkan sejumlah kios yang berada dekat dengan kios Udi mengubah dangangannya dengan menjual kue kering seperti kios Udi. Tetapi pada tahun 2006 kios Udi mengalami kebangkrutan , kiosnya menjadi sepi, bahkan omzetnya hanya cukup menutupi kebutuhan dapur keluarganya. Tragisnya puluhan pelanggan kabur dengan hutang yang besar. Hal itu membuat Udi kalang kabut menambal modalnya akibat pelanggan yang nakal.
            “Bukan itu saja, pada bulan ke tiga 2006, saya dan keluarga merasakan suatu gangguan gaib yang menciptakan rasa takut, bahkan saya mendapat berita dari tukang bakso dan skoteng yang sering mangkal di depan kios saya dimalam hari, katanya terdapat mayat hidup yang dibungkus kain kafan sedang mondar-mandir dikios saya ” ujar Udi kepada Richa.
            Malam Selasa Kliwon bulan ke enam 2006. Jarum jam menunjukan angka 2 dini hari, Udi dari ruang Kholwat yang bersatu dengan ruang dapur akan menuju ruang tamu, dengan sarung dan baju koko yang dikenakan serta tasbih ditangannya sedangkan Ujang duduk disamping Udi. Angin malam menerobos memasuki celah daun pintu, Entah dari mana ruang tamu sekejap dipenuhi bau busuk yang ganjil, suara benturan daun pintu dengan tembok membuat Udi soak. Yangt lebih menakutkan diambang pintu berdiri sosok pocong, kulit wajahnya sangat rusak. Lalu pocong itu menyerang Udi hanya mampu membuka mulut tapi lafazh Qursy tidak bisa keluar dari mulutnya. Saat pocong mendekatinya Udi baru ingat bahwa ia mengenggam tasbih pemberian dari ustadz, lalu tasbih itu dilemparkannya.
Dia benar-benar pasrah, bahkan sempat memejamkan mata berharap pocong tersebut menghilang, dan benar saja, ketika membuka matanya, mahklut itu sudah tidak ada dihadapannya menurut ayahnya pocong tadi terpental saat menyentuh tasbih yang digenggam. Keesokan harinya Udi diantar Ujang menemui seorang Ulama di Lohbener. Ujang menyerahkan sisa tanah bekas pocong yang tercecer di lantai ruang tamu. H.Abbas mengenggam tanah itu dan memenjamkan mata serta berkomat-kamit.
“Astagfirullah, mahkluk itu khodam guna-guna tanah kuburan panguragan. Untung kalian tidak sampai pingsan, jika pingsan, Na’udzubillah hanya Allah yang tahu batas umur mahkluNya” terang H.Abbas. setelah itu H.Abbas menyarankan menjual kios dengan murah kepada pemilik kios sebelahnya. Hasilnya untuk mengurangi hutangnya, Udi pun terpaksa kerja jadi kuli bangunan hanya untuk menutupi kebutuhan dapur, dan sejak awal 2007, Udi terbang ke Aran Saudi menjadi TKI.

LILS PUJIANTI

Artikel Kenakalan remaja



Kenakalan Remaja Racun Bangsa
Oleh Lilis Pujianti

Darah muda, darahnya para remaja
Yang selalu merasa gagah, tak pernah mau mengalah
Masa muda, masa yang berapi-api                       
Yang maunya menang sendiri, walau salah tak peduli

            Demikianlah lagu yang diciptakan oleh Rhoma Irama yang mengambarkan prilaku remaja, dalam lirik lagu tersebut dijelaskan tingkah laku remaja, adapun pengertian remaja yaitu masa peralihan seseorang diantara masa kanak-kanak dan masa dewasa. Dalam masa ini anak mengalami masa pertumbuhan dan masa perkembangan fisiknya maupun psikisnya, remaja bukanlah anak-anak baik bentuk badan ataupun cara berfikir, tetapi bukan pula orang dewasa yang telah matang.
            Ada pendapat remaja menurut para ahli dalam Pinkus (Yusuf, 2007:184) mengemukakan dalam budaya Amerika, periode remaja ini dipandang sebagai masa “Strom dan Stres”, frustasi dan penderitaan, konflik dan krisis penyesuaian, mimpi dan melamun tentang cinta, dan perasaan teralineasi (tersisihkan) dari kehidupan sosial budaya orang dewasa. Remaja secara umum berada dalam situasi pembentukan karakter serta menemukan jati dirinya, sering kali terjebak dalam pergaulan yang berdampak negative, remaja sering tidak menyadarinya terkadang apa yang telah mereka perbuat itu salah dan merugikan. Mereka para remaja selalu lebih berpikir tanpa memikirkan akibat yang akan terjadi sesudahnya
Kenakalan remaja, seperti sebuah lingkaran hitam yang tak pernah putus, sambung menyambung dari waktu ke waktu, dari masa ke masa, dari tahun ke tahun, dari bulan ke bulan, bahkan dari hari ke hari semakin rumit. Masalah kenakalan remaja merupakan masalah yang kompleks terjadi di berbagai kota di Indonesia. Kenakalan remaja biasanya dilakukan oleh remaja-remaja yang gagal dalam menjalani proses perkembangan jiwanya, baik pada remaja maupun pada saat kanak-kanak secara psikologis kenakalan remaja merupakan wujud dari konflik-konflik yang tidak terselesaikan dengan baik.
Akhir-akhir ini fenomena menikah dibawah umur makin meluas bukan hanya didalam negri bahkan diluar negripun banyak terjadi. Seperti yang dimuat oleh salah satu media harian  Pikiran  Rakyat pada tanggal 13 September 2014 pada halaman 12, disitu dituliskan kasus “Satu dari lima wanita kawin sebelum usia 15 tahun”. bahkan hal seperti ini sudah biasa kita jumpai dalam kehidupan sehari-harinya, banyak para penerus bangsa terutama di kaum hawa, sering kali tidak berpikir panjang, ini menjadi masalah dalam kehidupan untuk mengapai cita-cita atau masa depan yang baik. Ada saja perempuan yang rela mengorbankan harga dirinya hanya untuk cinta monyetnya, bahkan sampai terjadi kehamilan dan akhirnya menikah diusia muda, seharusnya di masa itu perempuan menuntut ilmu dan mengejar impiannya, tapi kenyataannya dia harus mengerus anaknya dengan usia yang muda, dan penyeselan pasti berakhir dibelakangan.
Jika sudah seperti itu siapa yang malu? Tentulah diri sendiri terutama orang tua yang sudah mendidik sang anak dari sejak kecil bahkan dalam kandungan. Disini peran orang tua sangatlah penting, sebagai orang tua seharusnya selalu memberikan pengawasan terhadap remaja yang sedang tumbuh, adakalanya juga orang tua hendaknya menjadi seorang sahabat disaat anaknya mendapatkan masalah dan membutuhkan solusi atau jalan keluar sehingga anak tidak merasa takut untuk menceritakan masalahnya, orang tua pula harus memberikan pengertian dan perhatian sebaik-baiknya, selalu terjalinnya komunikasi yang lancer dan baik agar orang tua mengetahui apa saja yang dilakukan sang anak, serta wajib bagi orang tua memberikan atau mencontohkan sauri tauladan dalam menekankan bimbingannya.
Lingkungan juga memengaruhi karakter dan tingkah laku sang anak, terkadang jika sang anak bergaul di kalangan yang berpendidikan, pastilah sang anak akan berpendidikan, bahkan berbudaya, ada pepatah yang berbicara “jika kita bergaul dengan penjual minyak wangi pastilah kita juga akan kena wanginya”. Dari situ kita bisa ambil makna jika anak bergaul dengan orang yang baik-baik, pastilah sang anak akan bertindak baik-baik pula, dan sebaliknya jika sang anak bergaul dengan orang yang bertindak negative atau tidak baik, terjadilah pola pikir atau tindakan yang tidak baik pula. Tidak hanya peran orang tua dan lingkungan untuk bergaul sang anak yang akan mempengaruhi remaja di era modern ini, terkadang teknologi yang semakin canggih juga dapat merusak, mempengaruhi remaja, sebagai orang tua yang tak ingin anaknya salah jalan atau terjerumus dalam silaunya dunia, orang tua harus bisa mengarahkan bagaimana seharusnya teknologi dipakai dengan benar serta mengawasi sang anak, dengan siapa dia bergaul, dan mengetahui apa saja masalah yang terjadi pada sang anak.
LILIS PUJIANTI
Mahasiswa
Fakultas Bahasa dan Sastra Indonesia,
Universitas Swadaya Gunung Jati, Cirebon